Laba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus Berlanjut

Laba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus BerlanjutLaba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus Berlanjut
Laba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus Berlanjut

Laba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus Berlanjut

Laba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus BerlanjutLaba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus Berlanjut
Laba Diprediksi Anjlok 50%, Musim Gugur Samsung Terus Berlanjut

Setelah babak belur pada 2017 dan 2018, Samsung mengawali 2019

dengan kondisi yang masih jauh dari ekspektasi pasar. Raksasa Korea Selatan itu, mengeluarkan pernyataan yang cukup langka terkait dengan kinerja perusahaan yang terus menurun.

Dalam rilis yang dikeluarkan pada Selasa (26/3), manajemen Samsung memperingatkan bahwa perolehan laba perusahaan, secara keseluruhan akan jatuh jauh dari ekspektasi pasar karena permintaan yang lebih lemah dari perkiraan untuk chip dan tampilan memori.

Dalam pengarsipan pasar saham, yang dirilis menjelang pedoman pendapatan bulan depan, perusahaan mengatakan profitabilitas memburuk karena berlanjutnya kinerja penjualan yang lemah.

Pemicu utama adalah bisnis memori inti yang terpukul oleh melambatnya

permintaan dan penurunan harga di berbagai chip produksi perusahaan. Samsung memperkirakan penurunan yang terjadi lebih besar dari perkiraan.

Menurut laporan Bloomberg, perkiraan anjloknya laba, tak lepas dari menurunnya pasokan permintaan dari vendor-vendor utama, termasuk Apple.

Meski merupakan pesaing berat, khususnya segmen premium, Apple merupakan pelanggan utama, khususnya layar buatan Samsung.

Namun, permintaan yang juga menurun terhadap iPhone membuat Apple terpaksa memangkas prospek pendapatan pada Januari untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Refinitive, mantan unit bisnis Thomson Reuters, memperkirakan Samsung,

hanya akan membukukan laba operasional sebesar KRW7,2 triliun ($ 6,3 miliar) pada kuartal pertama tahun ini, anjlok lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peringatan anjloknya laba datang dua bulan setelah Samsung melaporkan penurunan laba bersih hingga 39% pada Q4 2018 menjadi KRW8,46 triliun, dengan pendapatan konsolidasi turun 10,2% menjadi KRW59,27 triliun.

Tanda-tanda menurunnya kinerja Samsung, sesungguhnya sudah bisa dilihat dari kegagalan Galaxy S9 pada 2018. Imbas dari penjualan Galaxy S9 yang diluar prediksi, membuat kinerja Samsung anjlok.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

About Aldi 128 Articles
TERUSLAH BERUSAHA PANTANG MENYERAH